Merajut Harapan Di Tengah Perubahan Zaman: Kiprah Ut Bogor Membangun Sdm Unggul, Mandiri, Dan Berkarakter

Merajut Harapan Di Tengah Perubahan Zaman: Kiprah Ut Bogor Membangun Sdm Unggul, Mandiri, Dan Berkarakter

Oleh Memet Casmat *)

BOGOR, 17-18 Oktober 2026, Universitas Terbuka (UT) Bogor menghadirkan dua momentum penting yang bukan sekadar agenda akademik, melainkan penanda perjalanan panjang pendidikan dan pengabdian kepada masayarakat dan bangsa.

Seminar Akademik dan Wisuda lulusan UT Bogor menjadi rangkaian peristiwa bermakna yang dipersatukan oleh satu benang merah: ”Ikhtiar mencetak sumber daya manusia Indonesia yang unggul, mandiri, dan berkarakter”.

Seminar Akademik dengan tema “Kondisi Perekonomian di Indonesia: Menjadi Lulusan yang Cerdas dalam Mengelola Keuangan,” tema yang sangat relevan dengan kehidupan masyarakat saat ini, sebagai ruang refleksi bersama tentang pentingnya menyiapkan lulusan yang berkualitas dan membangun kesejahteraan berkelanjutan.

Nyimas Dewi Ratih Kamil, S.AP, B.Mgt, MM, MA (Sekretaris Jenderal IKA UT; Dewan Komisaris BRI Insurance), hadir sebagai narasumber, menyampaikan pesan yang menyejukkan sekaligus menggugah kesadaran bahwa perkembangan teknologi digital membuka berbagai peluang ekonomi dan entrepreneur.

Beliau menyampaikan, bahwa kemudahan teknologi digital tersebut membawa tantangan dengan gaya hidup konsumtif, pembelian impulsif, penipuan digital, dan tawaran investasi yang tidak jelas dapat mengganggu kestabilan keuangan apabila tidak disikapi dengan bijaksana.

Lebih lanjut, Kakak Nyimas menegaskan bahwa dalam situasi seperti ini, kecerdasan finansial menjadi bekal penting bagi setiap lulusan, dalam mengelola finansial secara bijaksana, menetapkan prioritas, menyiapkan kebutuhan masa depan, dan mengambil keputusan berdasarkan pertimbangan yang matang, jelasnya dengan penuh semangat.

Sehari berselang, Gedung UTCC di Jalan Pondok Cabe, Tangerang Selatan, dipenuhi suasana haru dan kebanggaan. Wisuda UT Bogor pada 18 Oktober 2026 menjadi puncak dari perjuangan panjang ribuan mahasiswa yang telah menapaki jalan pendidikan dengan segala keterbatasan dan tantangan.

Dalam sambutannya, Direktur UT Bogor, Drs. Enang Rusyana, M.Pd, menyampaikan bahwa pendidikan di UT bukanlah perjalanan yang mudah. Belajar mandiri, membagi waktu antara keluarga, pekerjaan, dan studi adalah ujian ketangguhan yang hanya dapat dilalui dengan tekad, disiplin, dan doa.

Dalam laporannya, Direktur UT Bogor juga memaparkan capaian dan potret besar UT Bogor saat ini. Wilayah kerja UT Bogor mencakup enam kabupaten dan kota, yakni Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Sukabumi, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Cianjur, dan Kota Depok.

Hingga saat ini, mahasiswa aktif UT Bogor berjumlah 41.718 mahasiswa, sebuah angka yang mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap pendidikan tinggi terbuka dan jarak jauh.

Pada wisuda kali ini, sebanyak 1.415 lulusan resmi dikukuhkan. Rinciannya, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) meluluskan 404 orang; Sekolah Vokasi 22 orang; Fakultas Hukum, Ilmu Sosial, dan Ilmu Politik (FHISIP) 403 orang; Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) 484 orang; Fakultas Sains dan Teknologi (FST) 102 orang.

Setiap angka bukan sekadar statistik, melainkan kisah perjuangan, pengorbanan, dan harapan yang kini menjelma menjadi prestasi. Dua hari, dua peristiwa, satu pesan yang sama: pendidikan adalah tentang membangun manusia seutuhnya. Di sanalah Universitas Terbuka meneguhkan perannya, menjadi ruang harapan, jembatan masa depan, dan ladang pengabdian bagi negeri.

Selanjutnya, sambutan dari Rektor UT, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, SE, M.Si, mengawalinya dengan pantun

Ke hutan lebat mencari berlian
Berlian bersinar setelah disepuh
Sungguh hebat para wisudawan
Kuliah jarak jauh tanpa mengeluh

Pimpinan tertinggi di UT ini menyampaikan bahwa sungguh luar biasa perjuangan para wisudawan dan wisudawati Universitas Terbuka, mereka telah membuktikan bahwa kuliah jarak jauh bukanlah alasan untuk menyerah, melainkan kesempatan untuk menunjukkan ketekunan, kemandirian, dan daya juang tanpa batas.

Perjalanan mereka menjadi refleksi berharga bagi kita semua bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk belajar, bertumbuh, dan meraih masa depan yang lebih baik. Meskipun kita memiliki latar belakang, kondisi kehidupan, tanggung jawab, dan tantangan yang berbeda, setiap orang tetap memiliki peluang untuk memperjuangkan cita-citanya. Yang membedakan bukan semata-mata dari mana kita memulai, melainkan seberapa kuat tekad, seberapa besar usaha, dan seberapa teguh kita bertahan ketika menghadapi kesulitan.

Di Universitas Terbuka, inklusivitas bukan sekadar slogan, melainkan semangat untuk membuka pintu pendidikan tinggi bagi siapa saja, tanpa dibatasi oleh usia, jarak, pekerjaan, maupun keadaan. UT memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk terus belajar dan meraih pendidikan tinggi, bahkan ketika kehidupan menghadirkan begitu banyak keterbatasan. Dari perjuangan para wisudawan, kita belajar bahwa keberhasilan tidak selalu menjadi milik mereka yang memiliki jalan paling mudah, tetapi dapat diraih oleh mereka yang tidak berhenti melangkah meskipun jalannya penuh tantangan.

Ada mahasiswa UT yang kuliah sambil bekerja, belajar di sela-sela tanggung jawab keluarga, atau harus berjuang mengatasi keterbatasan ekonomi dan waktu. Namun, selama harapan tetap dijaga, usaha terus dilakukan, dan doa senantiasa dipanjatkan, selalu ada jalan yang dapat diperjuangkan.

Sebagaimana ungkapan yang akrab di kalangan para santri: ”Man jadda wa jada,” siapa yang bersungguh-sungguh, akan memperoleh hasil dari kesungguhannya.

Ungkapan ini mengingatkan kita bahwa cita-cita tidak cukup hanya diimpikan, ia harus diperjuangkan dengan kerja keras, kedisiplinan, kesabaran, dan keberanian untuk bangkit setiap kali mengalami kegagalan.

Oleh karena itu, jangan pernah meremehkan diri sendiri hanya karena keadaan kita hari ini belum seperti yang kita harapkan. Jangan pula memandang rendah perjuangan orang lain, sebab kita tidak pernah benar-benar mengetahui seberapa berat jalan yang telah mereka lalui.

Selama kita masih memiliki kemauan untuk belajar, keberanian untuk berusaha, dan keteguhan untuk tidak menyerah, selalu ada kesempatan untuk memperbaiki kehidupan.

Selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati UT Bogor, kalian telah membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah akhir dari harapan. Semoga keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk terus belajar, berani bermimpi, dan memperjuangkan masa depan yang lebih baik.

Sebab, pada akhirnya, pendidikan bukan hanya tentang memperoleh gelar, melainkan tentang membuktikan kepada diri sendiri, bahwa kita mampu bertumbuh, mengubah keadaan, dan menghadirkan manfaat bagi semua, ungkap Rektor UT penuh semangat.

Ucapan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati UT Bogor menjadi penutup yang sarat dengan doa dan harapan. Semoga kesuksesan senantiasa membersamai langkah mereka, dan ilmu yang diperoleh menjadi cahaya bagi diri, keluarga, dan masyarakat. Semoga bermanfaat!

 

BOGOR, 19/10/2026
*) Dosen UT Bogor
#Menulis Caraku Mengikat Ilmu

Share:

Siap Menjadi Mahasiswa Universitas Terbuka?

Kuliah fleksibel, biaya terjangkau, dan tanpa batas usia.