DARI UT BOGOR MAMPU BERSAING DAN MENGINSPIRASI DUNIA: FADEL YULIS PRATAMA, RAIH DUA PENGHARGAAN INTERNASIONAL

DARI UT BOGOR MAMPU BERSAING DAN MENGINSPIRASI DUNIA: FADEL YULIS PRATAMA, RAIH DUA PENGHARGAAN INTERNASIONAL

Oleh Memet Casmat *)

BOGOR, 13/10/2026 - Prestasi tidak selalu lahir dari fasilitas yang serba lengkap atau perjalanan yang mudah. Terkadang, prestasi besar justru berawal dari keberanian untuk mencoba, kemauan untuk belajar, ketekunan dalam berproses, dan keyakinan bahwa setiap anak muda memiliki kesempatan untuk memberikan kontribusi bagi dunia.

Semangat itulah yang tercermin dalam pencapaian membanggakan Fadel Yulis Pratama, mahasiswa Program Studi Sistem Informasi Universitas Terbuka (UT) Bogor sekaligus pendiri Himpunan Mahasiswa Sistem Informasi (HIMASI) UT Bogor. Fadel berhasil mengukir prestasi internasional dengan meraih dua penghargaan sekaligus, yaitu 3rd Best Poster Award (Juara 3 Poster Terbaik) dan Favourite Poster Award pada kegiatan The 6th International Seminar of Science and Technology (ISST) Held in Conjunction with SEMIRATA BKS-PTN Barat 2026.

Kegiatan ilmiah internasional tersebut diselenggarakan oleh Fakultas Sains dan Teknologi UT pada 12–13 Oktober 2026 di Universitas Terbuka Convention Centre (UTCC), Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Indonesia. Forum ini mempertemukan peserta dari berbagai kalangan akademik dan negara, termasuk Indonesia, Malaysia, dan Pakistan.

Bagi Fadel, pencapaian ini bukan sekadar tentang membawa pulang penghargaan. Lebih dari itu, prestasi tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa UT Bogor, memiliki peluang untuk berkontribusi dalam forum akademik internasional dan menyuarakan gagasan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Dalam kompetisi poster ilmiah tersebut, Fadel mengangkat judul penelitian “Mapping Uneven Socioeconomic Recovery in West Java 2021–2025.” Topik ini berfokus pada pemetaan ketimpangan pemulihan sosial ekonomi di Jawa Barat selama periode 2021–2025.

Tema tersebut memiliki relevansi penting dengan tantangan pembangunan. Pemulihan sosial ekonomi tidak selalu berlangsung secara merata di setiap wilayah. Oleh karena itu, pemahaman mengenai perbedaan kondisi dan perkembangan antardaerah menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran.

Bagi mahasiswa Sistem Informasi, karya tersebut juga memberikan pesan penting bahwa penguasaan teknologi tidak seharusnya berhenti pada kemampuan menggunakan perangkat lunak, mengolah data, atau membangun aplikasi. Teknologi dan informasi akan memiliki nilai yang lebih besar ketika digunakan untuk menjawab persoalan nyata, mendukung pengambilan keputusan, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Di sinilah letak makna sebuah karya ilmiah: bukan hanya tentang apa yang diteliti, tetapi juga tentang persoalan apa yang ingin dipahami dan perubahan positif apa yang ingin diwujudkan.

Meraih 3rd Best Poster Award merupakan pengakuan atas kualitas poster ilmiah yang dipresentasikan dalam kompetisi tersebut. Sementara itu, Favourite Poster Award menjadi penghargaan tersendiri yang menambah kebanggaan atas karya yang dihasilkan.

Dua penghargaan dalam satu forum internasional tentu menjadi pencapaian yang patut diapresiasi. Keberhasilan Fadel mengingatkan kita bahwa mahasiswa tidak harus menunggu lulus untuk menghasilkan karya yang membanggakan. Selama masih berada di bangku kuliah, mahasiswa sudah dapat memulai penelitian, mengembangkan inovasi, mengikuti kompetisi, membangun jejaring akademik, dan menyampaikan gagasan kepada masyarakat luas.

Kesempatan untuk berkembang tidak semata-mata ditentukan oleh seberapa tinggi semester yang telah ditempuh, seberapa banyak pengalaman yang dimiliki, atau seberapa besar sumber daya yang tersedia. Kesempatan itu juga tumbuh dari kemauan untuk memulai dan kesediaan untuk terus memperbaiki diri.

Tentu saja, prestasi internasional tidak lahir dalam semalam, di balik sebuah poster ilmiah terdapat proses memahami masalah, mengumpulkan dan menganalisis informasi, menyusun argumen, merancang visualisasi, dan mempersiapkan diri untuk menjelaskan hasil penelitian di hadapan orang lain.

Setiap proses memiliki tantangannya sendiri. Akan tetapi, justru melalui proses itulah kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi ilmiah, dan kepercayaan diri berkembang.

The 6th International Seminar of Science and Technology merupakan forum akademik yang mempertemukan peneliti, dosen, praktisi, akademisi, dan mahasiswa untuk berbagi pengetahuan, mendiskusikan tantangan global, serta membangun jejaring kolaborasi melalui sains dan teknologi.

Mengusung tema “Advancing Science and Technology for Sustainable Environment and Resource Management,” kegiatan ini menempatkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai bagian penting dari upaya mewujudkan keberlanjutan lingkungan dan pengelolaan sumber daya.

Acara dibuka oleh Rektor Universitas Terbuka, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si. Selanjutnya, forum menghadirkan Prof. Stella Christie, A.B, Ph.D, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, sebagai pembicara utama.

Sesi pleno juga menghadirkan para pembicara dari berbagai institusi internasional, yaitu Prof. Edward Aspinall dari Australian National University, Australia; Prof. Muhammad Aziz dari Tohoku University, Jepang; Dr. Salang Musikasuwan dari Prince of Songkla University, Thailand; dan Dr. Bruce Alberts dari University of California, Amerika Serikat.

Kehadiran para akademisi dan pakar tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas disiplin dan lintas negara dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan berkelanjutan.

Bagi mahasiswa, forum seperti ini memberikan pelajaran berharga bahwa ilmu pengetahuan tidak mengenal batas geografis. Sebuah gagasan yang berangkat dari persoalan lokal dapat memperoleh perhatian di forum internasional ketika disusun secara ilmiah, disampaikan dengan baik, dan memiliki relevansi terhadap kebutuhan masyarakat.

Prestasi Fadel menjadi contoh bahwa mahasiswa dapat mengambil bagian dalam percakapan akademik tersebut. Ia tidak harus menunggu menjadi profesor, peneliti senior, atau pemimpin lembaga untuk mulai berkontribusi. Mahasiswa pun memiliki kesempatan untuk menghadirkan gagasan yang berarti.

Selain dikenal melalui prestasinya dalam kompetisi poster ilmiah, Fadel Yulis Pratama juga merupakan pendiri HIMASI UT Bogor. Peran ini menambah dimensi penting dalam perjalanan akademiknya, yaitu keterlibatan dalam membangun ruang kolaborasi dan pengembangan diri bagi mahasiswa Sistem Informasi UT Bogor.

Organisasi mahasiswa sejatinya bukan sekadar tempat berkumpul, menyelenggarakan kegiatan, atau menjalankan program kerja. Organisasi merupakan ruang pembelajaran yang memungkinkan mahasiswa mengembangkan kepemimpinan, kemampuan bekerja sama, komunikasi, kreativitas, tanggung jawab, dan kepekaan terhadap kebutuhan sesama.

Menjadi pendiri organisasi juga menuntut keberanian untuk memulai sesuatu yang belum tentu mudah. Ada gagasan yang harus dirumuskan, rekan yang harus dirangkul, tujuan yang perlu disepakati, dan berbagai tantangan yang harus dihadapi bersama.

Karena itu, peran Fadel sebagai pendiri HIMASI dan pencapaiannya di tingkat internasional dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa untuk menyeimbangkan pengembangan akademik dengan kontribusi organisasi.

Keduanya bukanlah dua jalan yang harus dipertentangkan. Penelitian mengajarkan ketelitian, kedalaman berpikir, dan tanggung jawab ilmiah. Organisasi mengajarkan kepemimpinan, kolaborasi, dan kemampuan menggerakkan orang lain. Jika keduanya berjalan beriringan, mahasiswa memiliki peluang untuk berkembang menjadi pribadi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga mampu bekerja bersama dan memberikan manfaat.

Tentu, setiap mahasiswa memiliki perjalanan dan potensinya masing-masing. Tidak semua orang harus menjadi pendiri organisasi atau juara kompetisi internasional. Namun, setiap mahasiswa dapat menemukan ruang untuk berkontribusi sesuai dengan kemampuan, minat, dan kesempatan yang dimilikinya.

Sebagai perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan terbuka dan jarak jauh, UT memberikan kesempatan kepada masyarakat dari berbagai latar belakang untuk memperoleh pendidikan tinggi.

Dalam lingkungan pendidikan yang menuntut kemandirian belajar, mahasiswa perlu mengembangkan kemampuan mengatur waktu, menetapkan prioritas, mencari sumber belajar, dan menjaga konsistensi dalam menyelesaikan tugas akademik.

Tantangan tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk membangun karakter pembelajar mandiri. Mahasiswa tidak cukup hanya menunggu materi perkuliahan atau menyelesaikan tugas yang diberikan. Mereka juga dapat memperluas wawasan melalui penelitian, pelatihan, seminar, kompetisi, publikasi ilmiah, dan kegiatan organisasi.

Prestasi Fadel memberikan gambaran tentang pentingnya memanfaatkan kesempatan tersebut. Kampus bukan hanya tempat memperoleh gelar akademik, melainkan juga ruang untuk membangun kapasitas diri, memperluas jejaring, dan menghasilkan karya yang dapat dipertanggungjawabkan.

Bagi mahasiswa UT Bogor, capaian ini dapat menjadi pemantik semangat untuk semakin aktif mengembangkan potensi. Mulailah dari hal yang sederhana: membaca satu artikel ilmiah, mengidentifikasi masalah di lingkungan sekitar, mempelajari cara mengolah data, berdiskusi dengan dosen, atau bergabung dengan komunitas yang sesuai dengan minat.

Ketika penulis mewawancarai Fadel, menekankan bahwa langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten dapat menjadi fondasi bagi pencapaian yang lebih besar. Lebih lanjut Fadel menyarankan lima langkah bagi mahasiswa untuk mengikuti jejak prestasi, agar prestasi tidak berhenti sebagai cerita yang mengagumkan, ada beberapa langkah konkret yang dapat dilakukan mahasiswa UT Bogor:

Pertama, temukan masalah yang dekat dengan kehidupan, amati persoalan di lingkungan kampus, masyarakat, dunia usaha, pendidikan, maupun pemerintahan. Penelitian yang bermakna sering kali berawal dari pertanyaan sederhana tentang sesuatu yang perlu diperbaiki.

Kedua, tingkatkan kemampuan akademik dan digital, pelajari metode penelitian, pengolahan data, penggunaan teknologi informasi, penulisan ilmiah, dan komunikasi hasil penelitian. Kemampuan tersebut menjadi bekal penting untuk menghasilkan karya yang berkualitas.

Ketiga, berani mengikuti kompetisi dan forum ilmiah, jangan menunggu sampai merasa sempurna. Persiapkan karya sebaik mungkin, mintalah masukan dari dosen atau mentor, dan jadikan setiap kesempatan sebagai sarana belajar. Kemenangan memang membanggakan, tetapi pengalaman dan perbaikan diri juga merupakan hasil yang berharga.

Keempat, bangun kolaborasi dan organisasi yang produktif, bertukar pikiran dengan mahasiswa dari program studi lain dapat melahirkan gagasan baru. Organisasi mahasiswa juga dapat menjadi ruang untuk menyelenggarakan diskusi ilmiah, pelatihan penelitian, pendampingan penulisan, dan kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Kelima, jadikan prestasi sebagai jalan untuk memberi manfaat, keberhasilan tidak hanya diukur dari jumlah sertifikat, piala, atau penghargaan yang diperoleh. Keberhasilan juga terlihat dari pengetahuan yang dibagikan, persoalan yang berhasil dipecahkan, orang yang terbantu, dan kesempatan yang dibuka bagi orang lain.

Lebih jauh lagi, Fadel mengatakan bahwa, ”Lima langkah ini tidak menjamin bahwa setiap mahasiswa akan meraih penghargaan internasional dalam waktu singkat. Namun, semuanya dapat membantu mahasiswa membangun kebiasaan belajar, berkarya, dan bertumbuh secara berkelanjutan,” ujarnya penuh semangat.

Kepada seluruh mahasiswa UT Bogor, kisah Fadel Yulis Pratama membawa sebuah pesan sederhana, tetapi sangat penting: Jangan pernah meremehkan potensi diri sendiri”.

Jangan merasa bahwa prestasi hanya milik mahasiswa dari kampus tertentu, jangan menganggap bahwa kesempatan tampil di forum internasional hanya terbuka bagi mereka yang sudah memiliki banyak pengalaman. Jangan pula membiarkan rasa takut gagal menghentikan langkah sebelum mencoba.

Setiap orang memiliki titik awal yang berbeda, ada yang memulai dengan keberanian berbicara di depan kelas, ada yang mencoba menulis artikel ilmiah untuk pertama kalinya, ada yang belajar mengolah data, dan ada pula yang berinisiatif membangun organisasi mahasiswa. Semua langkah itu berharga selama dilakukan dengan niat baik, ketekunan, dan tanggung jawab.

Jika hari ini belum mampu meraih juara, teruslah belajar. Jika karya pertama masih memiliki banyak kekurangan, perbaikilah. Jika gagasan belum memperoleh perhatian, kembangkan dan sampaikan kembali dengan cara yang lebih baik.

Jangan menjadikan keberhasilan orang lain sebagai alasan untuk merasa tertinggal, jadikan keberhasilan itu sebagai bukti bahwa peluang untuk berkembang memang ada dan dapat diperjuangkan.

Prestasi Fadel juga mengingatkan kita bahwa kecerdasan akan semakin bermakna ketika disertai kerendahan hati, kedisiplinan, dan kemauan untuk berbagi. Penghargaan adalah kebanggaan, tetapi karakter dan manfaat bagi sesama merupakan nilai yang perlu terus dijaga.

Dua penghargaan internasional yang diraih Fadel Yulis Pratama pada ISST 2026 menjadi kebanggaan bagi dirinya, HIMASI, dan keluarga besar UT Bogor. Lebih dari itu, pencapaian ini dapat menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda untuk terus meningkatkan kualitas diri dan memperluas kontribusi.

Melalui penelitian “Mapping Uneven Socioeconomic Recovery in West Java 2021–2025,” Fadel menunjukkan relevansi kajian data terhadap persoalan sosial ekonomi. Melalui perannya sebagai pendiri HIMASI, ia juga menghadirkan contoh pentingnya inisiatif dan partisipasi mahasiswa dalam membangun lingkungan akademik yang produktif.

Kita berharap prestasi ini tidak menjadi garis akhir, melainkan awal dari perjalanan yang lebih panjang dalam penelitian, inovasi, kepemimpinan, dan pengabdian kepada masyarakat.

Semoga semakin banyak mahasiswa UT Bogor yang berani melahirkan karya ilmiah, menciptakan inovasi digital, membangun organisasi yang bermanfaat, dan membawa nama baik almamater di tingkat nasional maupun internasional.

Sebab, masa depan tidak hanya ditentukan oleh mereka yang memiliki kesempatan paling besar, tetapi juga oleh mereka yang bersedia belajar, berani mengambil langkah, dan konsisten memperjuangkan kebaikan.

Teruslah belajar, beranilah berkarya, dan jangan pernah berhenti memberi manfaat. Dari ruang belajar Universitas Terbuka, gagasan mahasiswa dapat menjangkau dunia, dari langkah kecil hari ini, perubahan besar untuk masa depan dapat dimulai. Semoga bermanfaat.

BOGOR, 13/10/2026
*) Dosen di UT Bogor
#Menulis Caraku Mengikat Ilmu

Share:

Siap Menjadi Mahasiswa Universitas Terbuka?

Kuliah fleksibel, biaya terjangkau, dan tanpa batas usia.