”RAMADHAN: Bulan Penempaan Jiwa, Pembakaran Dan Pengukir Prestasi”

Home / Berita

Foto Berita
24 Februari 2026  
63

Oleh Memet Casmat *)


BOGOR, 23/02/2026 “ Di tengah nuansa pagi yang sarat nilai dan ketenangan, seluruh sivitas akademika Universitas Terbuka mengikuti apel pagi secara daring dengan penuh disiplin dan kekhusyukan. Walaupun terhubung melalui ruang virtual dan dipisahkan oleh jarak geografis, kebersamaan dan semangat kolektif tetap terasa kuat. Pada kesempatan ini, Rektor UT menyampaikan amanat yang menggugah dan inspiratif sebagai bahan perenungan dan penguatan bagi seluruh keluarga besar UT.

Rektor UT membuka amanatnya dengan nada yang teduh, sikap yang mantap, dan wibawa yang terpancar kuat. Alhamdulillah, pagi ini kita dipertemukan kembali dengan bulan suci Ramadhan, bulan yang bukan sekadar bulan ibadah ritual, tetapi bulan pembakaran: pembakaran kelemahan, pembakaran keraguan, pembakaran sikap-sikap yang menghambat kemajuan diri dan institusi.

Bapak/Ibu pegawai Universitas Terbuka yang saya banggakan.

Ramadhan adalah bulan transformasi, bulan di mana jiwa-jiwa yang lemah ditempa menjadi kuat. Hati yang rapuh dilatih menjadi tangguh. Pribadi yang biasa-biasa saja didorong menjadi luar biasa. Hari ini, saya mengajak seluruh keluarga besar Universitas Terbuka untuk menjadikan Ramadhan sebagai momentum pembakaran menuju prestasi.

Pertama, kita bakar Lemah Motivasi (Lemot) menjadi Kuat Motivasi. Kita bukan sekadar pegawai, kita adalah bagian dari perubahan besar bangsa ini. Universitas Terbuka bukan hanya institusi pendidikan, tetapi institusi yang memberikan berjuta asa bagi insan Indonesia di mana pun berada. Kita hadir untuk memastikan pendidikan tinggi yang inklusif dan fleksibel dapat diakses oleh semua kalangan.

Kita adalah penggerak akselerasi SDM berpendidikan tinggi. Kita adalah pemutus rantai kemiskinan, ketertinggalan, dan kemunduran bangsa. Maka tidak ada ruang untuk lemah motivasi. Tidak ada ruang untuk bekerja sekadar menggugurkan kewajiban. Setiap pekerjaan yang kita lakukan, sekecil apa pun adalah kontribusi nyata dalam membangun masa depan Indonesia. Mari kita kobarkan kembali api semangat itu.

Kedua, kita bakar Lemah Sikap (Lemas) menjadi Kuat Sikap. Ramadhan melatih kesabaran, keikhlasan, dan pengendalian diri. Dari sikap apatis dan skeptis, mari kita berubah menjadi pribadi yang positif, aktif, dan kreatif. Dari pesimis menjadi optimis. Dari mental pecundang menjadi petarung dan pejuang.

Kita bekerja di era perubahan cepat, tantangan pendidikan tinggi semakin kompleks. Jika kita tidak memiliki sikap yang kuat, kita akan tertinggal. Tetapi jika kita memiliki mental pejuang, maka setiap tantangan adalah peluang. Mari kita bangun budaya kerja yang saling menguatkan, bukan saling melemahkan. Saling mendukung, bukan saling meragukan.

Ketiga, kita bakar Lemah Tindak (Letik) menjadi Kuat Tindak. Tidak cukup hanya semangat dan sikap positif. Kita harus bergerak dengan tindakan nyata yang terencana. Dari ceroboh menjadi hati-hati dan waspada. Dari asal-asalan menjadi efektif dan efisien. Dari tanpa perencanaan matang menjadi well-planned dan berbasis mitigasi risiko.

Universitas Terbuka harus dikelola dengan profesionalisme tinggi. Setiap program harus memiliki perencanaan yang jelas, eksekusi yang disiplin, dan evaluasi yang terukur. Ramadhan mengajarkan kedisiplinan waktu, konsistensi ibadah, dan komitmen. Nilai-nilai itu harus kita bawa ke dalam budaya kerja kita.

Bapak/Ibu yang saya hormati.

Saya juga ingin menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Dharma Wanita Persatuan (DWP) UT, yang telah sukses menyelenggarakan Bazaar Jelang Ramadhan. Dari target 1.000 paket, berhasil dihimpun 1.150 paket berkat dukungan para dermawan di unit-unit maupun sponsor.

Sebanyak 70% telah disalurkan kepada keluarga besar UT yang membutuhkan dan 30% kepada masyarakat sekitar UT. Ini bukan sekadar angka. Ini adalah bukti bahwa solidaritas dan kepedulian masih hidup dan kuat di lingkungan kita. Inilah wajah UT yang sesungguhnya, bukan hanya unggul secara akademik, tetapi juga hangat secara kemanusiaan.

Mari kita jadikan Ramadhan tahun ini sebagai titik tolak. Kita bakar kemalasan menjadi produktivitas. Kita bakar keraguan menjadi keyakinan. Kita bakar kelemahan menjadi prestasi.

Semoga Ramadhan ini tidak hanya meningkatkan kualitas ibadah kita, tetapi juga meningkatkan kualitas kinerja, integritas, dan kontribusi kita bagi Universitas Terbuka dan bangsa Indonesia.

Meski rangkaian apel pagi telah usai, pesan dan nilai yang disampaikan tetap terpatri kuat dalam sanubari setiap insan Universitas Terbuka. Nilai-nilai itu menegaskan bahwa pengabdian di UT bukan sekadar rutinitas pekerjaan, melainkan amanah luhur untuk ikut menata dan menerangi masa depan bangsa.

Mari kita bekerja dengan hati, bergerak dengan visi, dan berprestasi dengan penuh dedikasi. Semoga bermanfaat!


Bogor, 23/02/2026

*) Dosen di UT Bogor

#Menulis Caraku Mengikat Ilmu