”MENJAGA AMANAH DAN KEPEDULIAN: UT HADIR DI HATI, MENGABDI UNTUK NEGERI” Amanat Pembina Apel, Senin, 19/01/2026

Home / Berita

Foto Berita
20 Januari 2026  
12

Oleh Memet Casmat *)


BOGOR, 19/01/2026 Dalam balutan suasana pagi yang penuh makna, sivitas akademika Universitas Terbuka mengikuti apel pagi secara online dengan tertib dan khidmat. Meski terpisah oleh ruang dan jarak, semangat kolektif tetap terjaga. Pada momen tersebut, Rektor UT menyampaikan amanah yang sarat inspirasi sebagai pesan reflektif bagi seluruh insan UT.

Rektor UT mengawali amanat-nya dengan tenang dan penuh wibawa, Pada pagi hari ini, izinkan saya menyampaikan amanat sekaligus instruksi penting bagi seluruh civitas akademika Universitas Terbuka, ungkapnya dengan senyum bahagia.

Hari ini, Universitas Terbuka dipercaya oleh 768.248 mahasiswa di seluruh penjuru negeri. Angka ini bukan sekadar capaian administratif, bukan pula hanya kebanggaan institusional. Ini adalah amanah besar, wujud kepercayaan masyarakat, dan cermin harapan ratusan ribu keluarga yang menggantungkan masa depan mereka pada Universitas Terbuka.

Oleh karena itu, saya menegaskan bahwa masa registrasi mahasiswa adalah tanggung jawab bersama seluruh civitas UT. Bukan hanya unit akademik, bukan hanya UT Daerah, bukan hanya sistem tetapi kita semua. Setiap mahasiswa yang berhasil melakukan registrasi adalah bukti hadirnya UT dalam hidup mereka. Setiap mahasiswa yang terhambat adalah pengingat bahwa pelayanan kita harus terus diperbaiki.

Saya menginstruksikan agar seluruh pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, dan jajaran layanan mengawal masa registrasi ini secara aktif, responsif, dan empatik. Pastikan informasi jelas, sistem berjalan optimal, dan setiap kendala mahasiswa ditangani dengan cepat dan solutif. Jangan biarkan satu pun mahasiswa merasa sendirian menghadapi proses akademiknya.

Hadirin yang saya hormati

Hakikat manusia adalah berubah. Institusi yang hidup adalah institusi yang berani berubah. Universitas Terbuka tidak bisa berjalan dengan cara lama di tengah dunia yang bergerak dengan kecepatan baru. Kita dituntut untuk berubah secara cepat, agar tidak tertinggal. Berubah secara tepat, agar tidak kehilangan arah, dan berubah secara radikal, agar perubahan itu menyentuh pola pikir, pola sikap, dan pola tindak kita sebagai insan UT. 

Namun perlu saya tegaskan dengan jernih, bahwa radikal bukan berarti merusak. Radikal bukan berarti meninggalkan nilai, apalagi menghapus jati diri, tetapi justru untuk menegaskan kembali peran UT sebagai pelopor pendidikan terbuka, inklusif, dan berkeadilan. Tugas kita hari ini, bukan menunggu masa depan datang, melainkan menghadirkan masa depan ke masa sekarang melalui inovasi, kolaborasi, dan pelayanan yang berorientasi pada manusia.

Selama ini, Universitas Terbuka dikenal hadir hingga ke depan rumah masyarakat. Namun itu belum cukup. Ke depan, UT harus hadir lebih dalam, hadir hingga ke relung hati setiap mahasiswa dan setiap civitas akademika. Ketika UT hadir di hati, maka bekerja bukan sekadar rutinitas, melayani bukan sekadar kewajiban, dan perubahan bukan lagi perintah, melainkan kesadaran.

Hadirin sekalian

Mari kita jaga amanah 768.248 mahasiswa ini dengan kesungguhan. Mari kita kawal registrasi bukan sebagai prosedur, tetapi sebagai wujud kepedulian. Mari kita buktikan bahwa Universitas Terbuka bukan hanya besar dalam angka, tetapi besar dalam makna.

Rektor UT mengakhiri amanahnya dengan pesan yang menginspirasi, Pada akhirnya, ketika Universitas Terbuka mampu menjaga kepercayaan hari ini, menghadirkan masa depan ke masa sekarang, dan hadir bukan hanya di depan rumah, tetapi di relung hati setiap insan, maka UT bukan sekadar universitas. Namun UT adalah harapan yang hidup untuk masa depan yang sedang kita bangun bersama, ungkapnya mengakhiri amanatnya.

Walau apel pagi telah berakhir, namun nilai-nilai yang disampaikan tetap bergema di hati setiap insan Universitas Terbuka. Nilai tersebut mengingatkan bahwa tugas di UT adalah amanah mulia untuk membangun masa depan bangsa, bukan hanya pekerjaan semata. Semoga bermanfaat!


Bogor, 19/01/2026

*) Dosen di UT Bogor

#Menulis Caraku Mengikat Ilmu