Oleh Memet Casmat *)
BOGOR, 04/05/2026 “Kegiatan upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026, kali ini dilaksanakan di halaman UT Bogor, dimulai pukul 07.30 WIB, diawali menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, mengheningkan cipta, Pembacaan naskah Pancasila, dipimpin oleh Pembina Upacara. Selanjutnya, pembacaan naskah Pembukaan UUD 1945 oleh Dimas Waskara, S.I.Kom., dan diakhiri dengan pembacaan doa.
Pada kesempatan ini, Drs Enang Rusyana, MPd, Direktur UT Bogor, sebagai pembina Upacara membacakan sambutan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI sebagai berikut:
Puji dan Syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat-Nya kita dapat memperingati Hari Pendidikan Nasional ke-78 Tahun 2026 dalam semangat persatuan dan harapan bagi masa depan Indonesia.
Hari Pendidikan Nasional ini meneguhkan kembali keyakinan kita bahwa pendidikan adalah jantung peradaban, ruang di mana akal budi dibentuk, karakter ditempa, dan masa depan bangsa dipertaruhkan.
Di tengah perubahan dunia yang bergerak sangat cepat, disrupsi digital, krisis iklim dan lingkungan, ketimpangan sosial, hingga perubahan dunia kerja akibat kecerdasan artifisial, kita berhadapan dengan tantangan yang kompleks dan saling terkait. Namun di tengah semua itu, kita meyakini bahwa pendidikan tetap merupakan jawaban paling mendasar, paling strategis, dan paling beradab.
Amanat konstitusi menegaskan bahwa mencerdaskan kehidupan bangsa adalah tugas negara. Pendidikan yang bermutu, adil, inklusif, dan memerdekakan, bukanlah pilihan melainkan kewajiban kebangsaan. Inilah ruh tema peringatan tahun ini, Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua.
Tema ini sejalan dengan Asta Cita keempat Presiden Prabowo Subianto dan menjadi orientasi pembangunan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang tertuang dalam Rencana Strategis 2025 - 2029 dengan visi Terwujudnya Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang inklusif, adaptif, dan berdampak dalam mewujudkan transformasi bangsa menuju Indonesia Emas 2045.
Inilah semangat Diktisaintek Berdampak yang menjadi arah bersama, menjiwai setiap langkah transformasi, dan menggerakkan ikhtiar kolektif kita bagi kemajuan bangsa.
Saudara² sebangsa dan setanah air, Transformasi itu bertumpu pada tiga kekuatan besar.
Pertama, perluasan akses secara inklusif. Tidak boleh ada anak bangsa yang tertinggal karena kondisi ekonomi, geografis, maupun keterbatasan sosial. Melalui Kartu Indonesia Pintar Kuliah, Beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi, bantuan Uang Kuliah Tunggal, serta beasiswa pradoktoral dan doktoral, negara hadir memastikan kesempatan belajar terbuka bagi semua.
Pendidikan tinggi harus menjadi tangga mobilitas sosial yang membuka kesempatan, menumbuhkan harapan, dan menghadirkan masa depan yang lebih baik bagi setiap anak bangsa. Namun, akses saja tidak cukup. Perguruan tinggi juga harus terus beradaptasi melalui pembaruan berkelanjutan agar ilmu yang diajarkan senantiasa relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan masa depan.
Kedua, kolaborasi yang melahirkan solusi. Kampus perlu semakin hadir di tengah masyarakat dengan memperkuat perannya sebagai pusat inovasi yang melahirkan solusi bagi bangsa. Melalui kemitraan pentahelix, program Magang Berdampak, Katalisator Kemitraan Berdikari, pengembangan Taman Sains dan Teknologi, perguruan tinggi terus memperluas kontribusinya dalam menjawab berbagai tantangan nyata.
Melalui konsorsium, berbagai perguruan tinggi telah berkontribusi dalam menangani persoalan stunting dan kemiskinan, termasuk di Nusa Tenggara Timur, dengan menghasilkan inovasi pangan bernutrisi serta peningkatan produktivitas pertanian. Dengan semangat ini, kampus kita dorong tidak hanya menjadi pusat pengembangan ilmu, tetapi juga menjadi sumber solusi nyata bagi bangsa.
Ketiga, riset yang berdampak nyata. Riset Indonesia diarahkan tidak hanya untuk menghasilkan publikasi, tetapi juga melahirkan inovasi, industri, dan solusi. Untuk itu, fokus riset nasional diarahkan ke dalam dua pendekatan utama, yaitu program riset prioritas yang memperkuat pemerataan dan menjawab kebutuhan dasar masyarakat, serta program riset strategis yang berfokus pada bidang-bidang kunci masa depan, seperti pengelolaan sampah, transisi energi, pengembangan industri semikonduktor, hilirisasi sumber daya alam, ketahanan pangan, kesehatan, hingga kecerdasan artifisial.
Upaya ini diperkuat melalui pendanaan berbasis tantangan, penguatan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, pengembangan Pusat Unggulan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, serta percepatan hilirisasi, agar riset memberi nilai tambah nyata bagi bangsa.
Saudara² yang saya banggakan, Di atas seluruh agenda tersebut, kita memiliki cita-cita besar: Indonesia tidak boleh hanya menjadi pengguna ilmu pengetahuan. Indonesia harus menjadi pencipta ilmu. Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arah yang jelas: Indonesia harus melahirkan ilmuwan kelas dunia, bahkan peraih Nobel dari anak bangsa sendiri.
Untuk itu, Kementerian menyiapkan Indonesia Road to Nobel Laureate 2045, sebuah upaya terstruktur dan berkelanjutan dalam membina talenta unggul sejak dini, memperkuat pendidikan riset berkelas dunia, hingga ekosistem sains nasional. Ini bukan mimpi yang terlalu tinggi. Ini adalah cita-cita bangsa besar. Bangsa yang besar tidak hanya membangun gedung dan infrastruktur, tetapi membangun peradaban melalui ilmu pengetahuan.
Saudara² yang berbahagia, Transformasi pendidikan membutuhkan partisipasi semesta. Negara, kampus, industri, masyarakat, keluarga, pendidik, peneliti, dan generasi muda, semuanya adalah arsitek masa depan Indonesia. Kepada para pendidik, tenaga kependidikan, dan peneliti di seluruh penjuru negeri, saya menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya atas dedikasi dan pengabdian dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Di ruang kelas, laboratorium, desa, kampus, dan pelosok Indonesia, saudara-saudara sedang menanam masa depan.
Kepada para mahasiswa, dan generasi muda Indonesia: teruslah belajar, jangan takut bermimpi besar. Jadilah pembelajar yang kritis, pencipta gagasan, dan pemecah masalah. Masa depan Indonesia Emas tidak diwariskan, melainkan dibangun melalui kolaborasi, inovasi, dan komitmen untuk terus maju.
Hadirin yang saya hormati, Kerja besar kita tidak diukur dari banyaknya program, tetapi dari dampak yang dirasakan rakyat. Tidak diukur dari tebalnya laporan, tetapi dari perubahan yang nyata. Tidak diukur dari apa yang kita janjikan, tetapi dari apa yang kita wujudkan. Pada Hari Pendidikan Nasional ini, mari kita teguhkan satu keyakinan: bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama seluruh bangsa.
Mari bergandengan tangan, menguatkan partisipasi semesta, menghadirkan pendidikan bermutu yang inklusif, relevan, dan berdampak bagi semua. Karena dari ruang-ruang belajar hari ini, kita sedang menentukan arah masa depan Indonesia. Dirgahayu Pendidikan Indonesia. Selamat Hari Pendidikan Nasional 2026.
Jakarta, 2 Mei 2026
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi,
Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D
Demikian bapak/ibu, semoga Allah SWT selalu meridoi langkah kita, membimbing dan melindungi kita semua dalam rangka pengabdian kita kepada negara dan masyarakat. Selamat bertugas dan tetap semangat, demikian Pembina Upacara mengakhiri amanatnya. Semoga bermanfaat!
UT Bogor, 04/05/2026
*) Pegawai di UT Bogor
#Menulis Caraku Mengikat Ilmu