Oleh Memet Casmat *)
BOGOR, 28/04/2026 - Lagu kebangsaan Indonesia Raya bukan sekadar rangkaian nada dan lirik. Ia adalah doa yang dilantunkan bersama, getaran jiwa yang menyatukan rasa, dan simbol sakral yang meneguhkan identitas sebuah bangsa. Setiap baitnya memanggil ingatan kolektif kita tentang perjuangan, pengorbanan, dan harapan untuk masa depan Indonesia.
Di Universitas Terbuka (UT), setiap pukul 10.00 WIB, para pegawai menghentikan sejenak aktivitas mereka untuk berdiri tegak dan menyanyikan lagu kebangsaan. Bagi sebagian orang, mungkin ini tampak seperti rutinitas. Namun pagi itu terasa berbeda, suara yang menggema perlahan meresap hingga ke relung hati terdalam.
Tatapan kami tertuju pada para pegawai di UT Bogor, yang berdiri khidmat, menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan penuh penghayatan. Pada momen itu, seolah ruh kami dipenuhi semangat yang menyala, semangat untuk membangun bangsa, mengisi kemerdekaan melalui pengabdian di bidang pendidikan.
"Hiduplah Indonesia Raya."
Frasa sederhana ini bukan sekadar syair. Ia adalah harapan, doa, sekaligus janji yang kita ucapkan bersama. Lirik lagu kebangsaan bukanlah kata-kata biasa; ia mengandung makna besar yang mampu menggerakkan hati dan membentuk karakter bangsa.
Kebiasaan menyanyikan Indonesia Raya di lingkungan UT menjadi salah satu wujud nyata penanaman nasionalisme. Di tengah arus globalisasi yang tak terelakkan, yang perlahan mengikis batas kebersamaan dan menumbuhkan individualisme, kegiatan sederhana ini menjadi pengingat bahwa cinta tanah air harus terus dirawat.
Tidak dapat dimungkiri, kemajuan teknologi telah membawa perubahan besar dalam cara pandang masyarakat. Modernisasi sering kali membuat kita lebih fokus pada kepentingan pribadi, hingga rasa kebangsaan perlahan memudar.
Karena itu, kebiasaan baik ini layak disebarluaskan, tidak hanya di kampus, tetapi juga di keluarga, lingkungan tetangga, SALUT, pasar, bank, terminal bus, stasiun kereta api dan masyarakat luas lainnya. Nasionalisme harus tumbuh dari ruang-ruang kecil kehidupan kita sehari-hari.
Menumbuhkan rasa cinta tanah air dapat dilakukan dengan berbagai cara, musik dan lagu adalah salah satu sarana paling kuat untuk membangkitkannya (Wisnu Mintargo : 2008).
Lagu Indonesia Raya memiliki peran penting sebagai penggerak semangat nasionalisme sekaligus pembangun karakter bangsa. Ia mengajarkan setiap warga negara untuk mencintai tanah airnya dan memberikan yang terbaik demi kejayaan Indonesia.
Selamat untuk Universitas Terbuka. Semoga kebiasaan mulia ini terus menginspirasi para pegawai, keluarga, dan seluruh masyarakat Indonesia untuk menjaga api nasionalisme tetap menyala.
Karena pada akhirnya, seperti yang dikatakan Robert Collier, "Sukses adalah jumlah dari upaya kecil yang diulang hari demi hari."
Salah satu upaya kecil ini adalah berdiri bersama, menyanyikan Indonesia Raya, dan meneguhkan kembali janji kita pada negeri tercinta. Semoga bermanfaat.
Bogor, 28/04/2026
*) Pegawai di UT Bogor
#Menulis Caraku Mengikat Ilmu