Oleh Memet Casmat *)
BOGOR, 08/03/2026 - Bulan Ramadhan yang penuh berkah, 8 Maret 2026, suasana hangat menyelimuti Pondok Yatim-Dhuafa Jamiyatul Falah di Desa Waringin Jaya, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor. Di tempat sederhana itu, kebahagiaan hadir tidak hanya dari hidangan berbuka, tetapi dari ketulusan hati yang saling bertemu.
Mahasiswa UKM Jurnalistik-Kehumasan dan UKM Pencak Silat Universitas Terbuka Bogor datang bukan sekadar membawa bantuan, tetapi juga membawa kepedulian, persaudaraan, dan harapan. Mereka duduk bersama para santri, bercengkerama, tertawa, dan berbagi cerita, seolah tidak ada jarak di antara mereka.
Pimpinan Pondok, H. Firmansyah, dengan penuh rasa syukur menyampaikan Bahwa pondok tersebut menaungi 34 santri yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia: Kalimantan, Jawa Tengah, Banten, hingga Jawa Barat. Meski berasal dari latar belakang yang berbeda, mereka dipersatukan oleh satu tujuan: menuntut ilmu dan membangun masa depan yang lebih baik.
Setiap harinya, para santri belajar di pondok, lalu siang hari mereka menempuh pendidikan formal di TK, SD, SMP, SMA, dan MA. Perjuangan mereka adalah potret keteguhan dan harapan yang tak pernah padam.
Kegiatan buka puasa bersama ini bukanlah sesuatu yang hadir begitu saja. Ketua panitia kegiatan menjelaskan bahwa Para mahasiswa berjuang dengan penuh semangat untuk mewujudkannya. Mereka menyebarkan proposal, mengetuk banyak pintu, dan mencari para donatur dengan harapan dapat berbagi kebahagiaan dengan para santri. Usaha tersebut akhirnya membuahkan hasil. Alhamdulillah, dana sebesar Rp.10 juta berhasil dihimpun dari para donatur yang peduli.
Seluruh bantuan tersebut kemudian disalurkan kepada Pondok Yatim-Dhuafa Jamiyatul Falah dalam bentuk beras, makanan, snack, uang, dan berbagai kebutuhan lainnya. Bagi sebagian orang mungkin ini terlihat sederhana, namun bagi para santri, perhatian dan kepedulian tersebut adalah hadiah yang sangat berharga.
Momen berbuka bersama itu menjadi pengingat bahwa kebaikan selalu menemukan jalannya. Ketika anak-anak muda memilih untuk bergerak, ketika kepedulian diwujudkan dalam tindakan nyata, maka harapan akan terus tumbuh. Para mahasiswa belajar bahwa berbagi bukan tentang seberapa besar yang diberikan, tetapi tentang keikhlasan hati untuk meringankan beban sesama.
Di balik senyum para santri, tersimpan doa-doa tulus untuk setiap tangan yang telah membantu. Dibalik langkah para mahasiswa, tersimpan tekad bahwa pengabdian kepada masyarakat adalah bagian dari perjalanan menjadi manusia yang bermanfaat.
Kisah kecil di sudut kabupaten Bogor ini, mengajarkan satu hal yang sederhana namun mendalam: ketika kepedulian bertemu dengan keikhlasan, maka lahirlah cahaya harapan bagi banyak orang.
Semoga kegiatan ini tidak hanya menjadi kenangan indah, tetapi juga menjadi inspirasi bagi lebih banyak orang untuk terus berbagi, peduli, dan menebarkan kebaikan di mana pun berada. Semoga bermanfaat!
Bogor, 08/03/2026
*) Pembina ORMAWA UT Bogor
#Menulis Caraku Mengikat Ilmu